Mengetahui system lensa pada Camera.

21:34
Hallo sahabat dan para pembaca serta pengunjung blogkamarku ini salam jumpa kembali dan pada kesempatan kali saya ingin berbagi sebuah tulisan mengenai dan Mengetahui system lensa pada Camera.
Mengetahui system lensa pada Camera.
Mengetahui system lensa pada Camera.

Lensa adalah kunci untuk membuat kamera (juga kamera video) Anda menghasilkan gambar (video) favorit Anda. Banyak pengguna kamera (juga kamera video) yang menekankan bahwa berinvestasi pada lensa itu lebih penting daripada membeli bodi kamera yang mewah. Hal ini bisa dimaklumi, karena secara umum, lensa memiliki umur yang lebih panjang daripada bodi kamera.

Seperti diketahui saat ini, kamera video baru dengan fitur kekinian dibuat setiap tahun, tetapi teknologi optik tidak maju secepat itu.
Ada lensa yang dibuat beberapa dekade yang lalu, dengan adapter yang tepat. tetap bisa dipasang ke kamera modern dan tetap menghasilkan hasil yang menakjubkan. Jadi, hal apa saja yang perlu Anda perhatikan saat membeli lensa?
Baca juga :
sd card terbaik untuk Photo dan Video di Handphone
Cara Render Video Cepat file kecil kualitas Hd di Sony Vegas
Cara menggabungkan video Menjadi Satu
Silakan simak paparan Erik Fritts, fotografer dan sineas yang pernah beberapa kali meraih penghargaan, dalam Videomaker (dikombinasikan dengan beberapa sumber lain).

SISTEM MOUNT 
Tipe mount adalah hal pertama yang perlu Anda pertimbangkan terkait dengan lensa. Setiap produsen kamera memiliki sistem yang berbeda untuk menghubungkan lensa ke kamera mereka. Konektor ini dikenal sebagai mount. Mount sering juga disebut sebagai dudukan atau bantalan lensa. Bantalan atau dudukan lensa memungkinkan berbagai macam tipe kamera terpasang dengan berbagai macam tipe lensa, biasanya dari SLR (single lens reflex) yang mempunyai jenis bantalan atau dudukan yang sama Bantalan atau dudukan lensa dapat berbentuk screw, bayonet atau friction lock.
Baca juga :
Cara memotong Video yang Panjang dengan sangat mudah
Cara mengedit video di laptop Yang sangat mudah
Bentuk bayonet adalah bentuk bantalan lensa yang digunakan pada kamera modern, karena mekanisme bayonet menghubungkan berbagai fitur elektrik dan mekanik antara kamera dan lensa dengan sangat presisi. Misalnya, Sony memproduksi kamera dengan dua sistem dudukan lensa: A-mount dan E-mount.
Mengetahui system lensa pada Camera.
Mengetahui system lensa pada Camera.

A-mount adalah produk standar pada bodi kamera jenis Translucent Mirror yang unik dari Sony, sedangkan E-mount digunakan pada bodi mirrorless. Pendek kata, bila Anda mendapatkan lensa baru, Anda harus memastikan mount itu terpasang pada kamera Anda. Misalnya, Canon EF, Nikon F, Sony E mount, dan Micro Four Thirds (MFT).

UKURAN SENSOR 
Faktor penting lain dari pembelian lensa kamera Anda adalah format sensor kamera Anda. Full Frame, Crop Sensor
(APS-C) dan Micro Four Thirds. MFT adalah ukuran sensor dan tipe mount. Karena sensor full frame adalah yang terbesar, lensa-lensa yang dibuat untuk menutupi sebuah full frame, mereka
akan bekerja dengan baik. Tapi, jika
Anda menggunakan sebuah lensa yang dibuat dengan sebuah sensor crop pada kamera full frame, gambar hanya akan menutupi sebagian sensor, sehingga membuat “vignetting berat” pada gambar Anda.

Kecuali Anda membutuhkan yang dirancang secara khusus, carilah sebuah
lensa yang dibuat untuk sensor yang lebih kecil pada kamera berformat lebih
Besar jenis sensor yang bisa dipertimbangkan dari yang terbesar hingga terkecil, Full Frame, Crop Sensor (APS-C) dan Micro Pour Thirds.
Beberapa produsen menggunakan subsistem mount berbeda yang mewakili ukuran sensor juga. Misalnya, Canon EF mount adalah sebuah mount full-frame, sedangkan EF-S adalah untuk sensor crop Canon. Lensa mount EF akan bekerja pada kamera EF-S, tetapi lensa mount EF-S tidak akan menempel pada sistem mount EF.
Mengetahui system lensa pada Camera.
Mengetahui system lensa pada Camera.

ADAPTER 
Adapter digunakan untuk memasang lensa yang dibuat untuk satu jenis mount ke kamera dengan tunggangan Yang berbeda. Mereka dapat ditemukan Untuk kombinasi mount. Sejatinya, adapter memungkinkan Anda untuk menggunakan banyak macam lensa
alternatif, termasuk lensa-lensa klasik
dan unik yang mungkin sudah tidak diproduksi lagi. Meskipun adapter memungkinkan Anda menggunakan berbagai lensa yang dapat Anda gunakan untuk kamera tertentu, adapter juga memiliki kekurangan.
Apa saja sih kekurangan nya ? Kebanyakan adapter tidak “mengizinkan” komunikasi digital antara kamera dan lensa, meski ada beberapa yang melakukannya. Jika Anda kehilangan komunikasi digital, Anda kehilangan kemampuan untuk fokus otomatis, dan pada lensa yang lebih baru, kemungkinan kemampuan untuk mengubah aperture Anda. Adapter juga bisa berefek terhadap cahaya yang melintasi lensa ke sensor, sering memotong sebuah F Stop dari eksposure Anda. Adapter adalah alat yang praktis, tapi jika digunakan,kekurangannya harus selalu dipertimbangkan.

FOCAL LENGTH 
Elemen kunci lain pada lensa adalah focal length. Secara umum, Focal length atau jarak fokus merupakan jarak dalam satuan milimeter (mm) antara bagian tengah elemen optik lensa dengan gambar yang terbentuk pada sensor atau film pada kamera. Biasanya angka pertama dilambangkan dengan sebuah deskripsi lensa dan diukur dalam
milimeter. Semakin rendah angkanya, semakin lebar sudut pandang yang memungkinkan lebih banyak adegan (scene) yang akan ditangkap (captured). Sebuah lensa dengan Focal Length yang lebih panjang akan membawa penonton mendekati aksi. Lensa utama memiliki satu focal length tetap, sementara pembesaran bisa digunakan untuk menutupi rentang (range). Hal yang sering terjadi adalah lensa utama memiliki bukaan maksimum yang
lebih cepat, atau lebih lebar daripada pembesaran (zoom).

APERTURE 
Aperture adalah bukaan diafragma pada lensa kamera. Biasanya nilai aperture ini ditandai dengan “f/angka”, misalnya f/22, f/11, atau pada smartphone biasanya terdapat di angka f/ 2.6 hingga f/ 1.8. Jadi, Aperture adalah bagian dari lensa yang terbuka dan tertutup,memungkinkan cahaya masuk ke kamera.ini adalah pengukuran kunci dan dicatat dengan lebar maksimal yang bisa dibuka. Ini diukur sebagai F-stop dari lensa.
Misalnya, f/2.8, f/4 atau f/5. 6. Semakin kecil f-stop, aperture menjadi semakin terbuka yang memungkinkan lebih banyak cahaya. Selain itu, semakin lebar bukaan aperture, semakin dangkal depth of field (ruang ketajaman) Anda, artinya bidang fokus akan lebih tipis. Pikirkan sebuah shot dimana subyek berada dalam fokus dan latar belakangnya sangat kabur (blur). Hal ini mungkin dilakukan dengan aperture terbuka lebar seperti f/2.8.

F-STOP VS T'STOP 
T-stop adalah pengukuran yang serupa dengan F-stop, tetapi sedikit berbeda pada T-stop tersebut menunjukkan seberapa banyak cahaya yang menyentuh sensor kamera. Perbedaan ini membuat Tstop lebih konsisten untuk aplikasi sinematik. Sejumlah cahaya yang masuk melalui aperture hilang saat bergerak melalui elemen kaca dan bagian lain dari lensa dan kamera. Lensa yang memiliki F-stop f/l.2 mungkin memiliki T-stop t/l.4, yang akan mewakili hilangnya cahaya pada ukuran tertentu. Anda biasanya akan menemukan T-stop pada lensa Cine high-end. Sebagai catatan, F (kependekan dari focal length) dan nomor T (kependekan dari transmisi).

OPSI KHUSUS UNTUK LENSA 
AF: Autofocus bisa menjadi sebuah fitur yang berguna, tetapi kamera mendukung auto focus secara terus menerus,tidak berguna untuk pekerjaan video. Dengan AF kontinyu, kamera Anda terkunci pada obyek dan mempertahankan fokus saat subyek bergerak melalui bidang
fokus jelas, fungsi yang sangat berguna Sementara itu, beberapa kamera tidak menawarkan AF kentenyu yang baik, membuat fitur autofocus pada lensa agak terbatas untuk video.

IS: Stabilisasi gambar berguna dalam mengambil beberapa jitter dari pekerjaan kamera genggam. Meskipun jelas merupakan fitur yang praktis, tetapi fitur ini tidak menggantikan bidicam atau gimbal. Ini memang membantu bila terjadi getaran kecil

Aperture Control: Lensa yang lebih tua memiliki kontrol aperture manual dalam bentuk cincin, seperti cincin fokus, yang dipelintir untuk berhenti naik atau turun. Ini bisa menjadi Fitur praktis saat menggunakan lensa pada kamera yang tidak memiliki komunikasi digital.Kebanyakan lensa Cine menawarkan kontrol aperture manual, tetapi tetap saja untuk lensa fotografi tidak. 

Hallo selamat datang para pengunjung dan sahabat semua"salam kenal

Saya adalah seseorang yang Hoby tentang Dunia Audio - Musik - Elektro dan internet marketing - semoga artikel yang saya posting ini bermanfaat untuk anda salam sukses..^_^

Artikel Terkait

Previous
Next Post »